SAHALA KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM KONTEKS MASYARAKAT BATAK DAN ALKITAB

  • Riris Johanna Siagian STT-HKBP Pematang Siantar
Kata Kunci: batak, mitos, sahala, agama, budaya dan masyarakat

Abstrak

Tulisan ini bertujuan menggali pemahaman yang lebih konkrit dan holistik  tentang eksistensi dan peran perempuan dalam masyarakat Batak. Dalam kenyataannya, Batak memiliki beberapa istilah yang menunjuk pada eksistensi yang kuat dari kaum perempuan dalam masyarakat  Batak. Namun demikian, mengingat  garis keturunan ditarik dari garis keturunan laki-laki sebagaimana lajimnya dalam budaya patriarki, maka peran-peran strategis kaum perempuan itu sendiri sering menjadi  terabaikan. 

Dimulai dengan pemaparan kondisi riil perempuan dalam konteks masyarakat Batak. Selanjutnya telaah kritis konstruktif dilakukan dengan mencermati sastra-sastra keagamaan seperti halnya sebuah mitos. Penggunaan mitos sebagai bahan studi biasa dilakukan dalam  studi  Ilmu Agama-agama, karena banyak orang meyakini bahwa mitos memuat ajaran tentang moral suatu masyarakat, yang diterima dan dihidupi sebagai pengajaran dalam hidup sehari-hari. Melalui itu, dapat pula ditemukan hal-hal yang menjadi pembelajaran untuk masa yang akan datang. Kajian Ilmu Agama-agama juga menggunakan  pendekatan   Sosiologi Agama untuk  membahas tentang manusia dan agama itu sendiri. Refleksi teologis terhadap nats-nats tertentu dalam Alkitab dilakukan dengan perspektif baru, sehingga melalui tulisan ini ditemukan kekuatan lahiriah yang ditampilkan kaum perempuan dari kedalaman jiwanya, sahala-nya. Tentu saja kajian ini  telah melewati satu studi yang mendalam, sehingga apa yang dipaparkan di sini bukanlah hasil pemikiran subjektif penulis semata.

Referensi

Harding, G., Nettleton, S., & Taylor, K. (1990). Social Research Methods. In Sociology for Pharmacists. https://doi.org/10.1007/978-1-349-21149-4_10

Hutagalung, W. (1963). Adat Pardongansaripeon. Medan: NV Pustaka.

Lumbantobing, A. (1996). Makna Wibawa dan Jabatan dalam Gereja Batak. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Sarumpaet, R. K. T. (1998). Perempuan di Rumah Tuhan. Jakarta: PERSETIA.

Schumann, O. H. (2015). Pendekatan pada Ilmu Agama-Agama. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Siagian, R. J. (2017). Gereja dan Kekuasaan: Menuju Eklesiologi HKBP yang Kontekstual. Pematangsiantar: Lembaga Bina Warga HKBP dan Sekolah Pendeta HKBP.

Siagian, R. J. (2018). Sahala Bagi Pemimpin: Dulu dan Kini (4th ed.). Pematangsiantar: Lembaga Bina Warga HKBP dan STT- HKBP dan Sekolah Pendeta HKBP.

Siagian, R. J. (2019). Agama, Spiritualitas Kepemimpinan, Gereja dan Masyarakat. Pematangsiantar: Lembaga Bina Warga HBP dan Sekolah Pendeta HKBP.

Sianipar, F. H. (1978). Barita ni Ompu i Justin Sihombing. Pearaja: Kantor Pusat HKBP.

Sidjabat, W. B. (1982). Ahu Sisingamangaraja. Jakarta: Sinar Harapan.

Sinaga, A. B. (2014). Allah Tinggi Batak Toba. Yogyakarta: Kanisius.

Tampubolon, R. P. (2012). Pustaha Tumbaga Holong: Adat Batak: Patik – Uhum (3rd ed.). Jakarta: Dian Utama dan Kerabat (Kerukunan Masyarakat Batak).

Tobing, P. L. (1963). The structure of the Batak Toba belief in the high God. (2nd ed.). Amsterdam: South and South East Celebes Institute For Culture.

Weber, M. (2006). Essay in Sociology. New York: Oxford University Press.

Weber, M. (2019). Economy and Society. In Economy and Society (2nd ed.). https://doi.org/10.4159/9780674240827

Winter, G. (2013). Sociology of Religion. In Journal of the American Academy of Religion. https://doi.org/10.1093/jaarel/xl.1.118

Diterbitkan
2019-06-27
##submission.howToCite##
Siagian, R. J. (2019). SAHALA KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM KONTEKS MASYARAKAT BATAK DAN ALKITAB . VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN, 1(1), 122-140. https://doi.org/10.35909/visiodei.v1i1.13
Bagian
Artikel